Proses Pengolahan Kopi Luwak yang baik dan benar

Kopi adalah minuman yang tidak pernah ditinggalkan oleh masyarakat Indonesia. di Indonesia tersebar macam dan jenis kopi. Kita mengenal kopi sersah, Kopi Lampung, Kopi murni, kopi luwak, Kopi Gresik, kopi susu sapi, Kopi susu kambing, kopi susu kuda liar dan kopi yang lainnya. yang jelas di Indonesia ada ribuan jenis kopi yang beredar yang kesemuanya memiliki kelebihan dan manfaat masing-masing.
Saya kira anda sangatlah familiar dengan kopi luwak. Kopi luwak seperti yang kita pahami, berasal dari kopi yang dimakan oleh luwak yang sudah dikeluarkan dalam bentuk kotoran luwak. Nah biasanya yang dimakan oleh luwak adalah kopi yang benar-benar sudah tua dan memiliki kualitas terbaik. Luwak paling tau mana kopi yang paling berkualitas.
Saya kira anda adalah orang yang paling mahir memasarkan kopi luwak, maka tidak ada salahnya untuk mengembangkan usaha kopi luwak dengan mempunyai penangkaran luwak sendiri, namun hal pertama yang harus dipelajari adalah cara bagaimana memproduksi kopi luwak dengan baik dan benar.
Pertama
Step mulailah untuk sepenuhnya proses pengolahan kopi luwak merupakan pengumpulan feses (kotoran) luwak yang diterapkan oleh petani kopi yang dihasilkan dari luwak liar ataupun luwak dalam penangkaran . Pekerjaan mengumpulkan feses (panen) ini masing2 petani mempunyai waktu ;pilihan tersendiri bisa pagi hari saat kotoran luwak liar (biasanya terkumpul dalam suatu daerah atau tempat tertentu) maupun sore hari (untuk petani luwak hasil penangkaran/ternak) karena selain mengumpulkan petani tersebut juga memberikan kopi segar baru sebagai ransum luwak di malam hari pada dasarnya waktu yang diterapkan 2 - 3 hari. Hasil panenan tadi dikumpulkan dalam sebuah wadah dafri bambu untuk kemudian dikeringkan.
Kedua
Mengapa anda diharuskan mengeringkan feses luwak??? Pada dasarnya pada umumnya yang dilakukan oleh “petani kecil” segera mengolah kopi luwak minus melakukan proses pengeringan (Tempering) padahal hal tersebut amatlah keliru dikarenakan proses fermentasi yang terjadi akan menurunkan suhu secara perlahan-lahan sehingga dapat meraih meraih mutu biji kopi yglebih . Pengeringan (dry) diterapkan mendinginkan bukan secara cepat /segera. Proses pengeringan ini dilakukan selama 3 s.d 7 hari.
Disamping tersebut pengeringan bertujuan untuk mengurangi kadar air hingga menjadi 16%. Tuk pengeringan terkait sungguh-sungguh disuruh agar agar memanfaatkan tampah bambu, Pengunaan tampah bambuini dikarenakan permukaan tampah ini tidak akan membuat kopi menjadi lembab dan berbausehingga proses pengeringan menjadi bertambah sempurna. Hindari penggunaan terpal plastik karena disamping akan menyebabkoan kopi menjadi lemban saat proses pengeringan terjadi (karena air akan terperangkap dibawah biji kopi dan tidak tutun ke tanah ) disamping itu bau plastik akan terperangkap dalam minyak yang terdapat secara alami didalam biji kopi
KeTiga
Sesudah proses pengeringan selesai serta biji kopi sudah betul-betul mengering, jadi tahap berikutnya merupakan proses pembersihan umtuk memisahkan kotoran luwak yang menempel pada biji kopi. Pada proses ini ada beberapa langkah yangi harus diperhatikan di dalam prosesnya yaitu : a) kotoran (feses) yg tena melekat dalam biji kopi tadi diharuskan betul-betul dibersihkan serta dicuci memanfaatkan air mengalir hingga yg tersisa sebatas biji kopi serta kulit tanduknya saja. b) untuk pencucian (washing) diwajibkan menggunakan selang airyang megalir serta dicuci/dibilas berulang ulang kurang lebih 7 (tujuh) kali, Guyurkanlah air yang mengalir tersebut secara merata ke semua biji kopi serta bersihkan 1 persatu maka betul-betul suci serta bersih.Itulah sedikit trik proses pengolahan kopi luwak mudah-mudahan bisa bermanfaat.
Sumber: buku kopi Luwak karangan Irgi. Edy Pangabean
Tidak ada komentar:
Posting Komentar