Kamis, 21 Juni 2012

Daftar Harga Produk Java Civet Coffee


Kami menjual Kopi Luwak jenis Robusta dan Arabica Java Jumprit dari Bandungan Ambarawa, dimana memiliki 2 (dua) variant yakni Kopi Luwak Liar jenis Arabica dan Kopi Luwak penangkaran jenis Robusta dimana pada masing2 varian diipasarkan dalam    5 (Lima)  jenis kopi  , yaitu : 
- Kopi berbentuk bubuk siap seduh,
- Kopi Berbentuk seduh dan biji sangrai siap giling 




- Kopi berbentuk masih Biji sangray  siap giling
- Kopi Berbentuk Biji (Green Bean Siap Sangrai) (telah diproses sesuai anjuran MUI)
- Kopi Berbentuk kotoran luwak dalam kondisi kering

Jenis bubuk yang siap seduh memiliki beberapa variasi, tergantung beratnya yakni sbb :
a. Kopi Luwak Liar
  • Kopi Bubuk siap Seduh ukuran 50 gr     Rp.  50.000,-
  • Kopi Bubuk siap Seduh ukuran 100 gr   Rp.  80.000,-
  • Kopi Bubuk Siap Seduh ukuran 250 gr   Rp.250.000,-
  • Kopi Bubuk siap Seduh ukuran 500 gr   Rp.400.000,-
  • Kopi Bubuk siap Seduh ukuran 1 kg       Rp. 750.000,
b. Kopi Luwak Hasil Penangkaran
  • Kopi Bubuk siap Seduh ukuran 50 gr     Rp.  40.000,-
  • Kopi Bubuk siap Seduh ukuran 100 gr   Rp.  75.000,-
  • Kopi Bubuk Siap Seduh ukuran 250 gr   Rp.200.000,-
  • Kopi Bubuk siap Seduh ukuran 500 gr   Rp.350.000,-
  • Kopi Bubuk siap Seduh ukuran 1 kg       Rp. 650.000,-
Penjualan yang kami lakukan bisa online dan offline, sebelum melakukan pembelian kami anjurkan kepada anda untuk bertanya-tanya dulu agar tidak ada kesalahfahaman dalam bertransaksi.

Harga tidak berpengaruh terhadap jumlah pengambilan, karena harga yang kami tawarkan merupakan harga termurah untuk standar harga kopi luwak di Pulau Jawa.

Hargauntuk yang masih dalam bentuk biji  saat ini adalah sbb :
a. Kopi Luwak Liar
    • 1 kg Biji Kopi Luwak sudah bersih dan (insya Allah) suci seharga Rp. 500.000,-
    • 1 kg Biji Kopi Luwak masih kotor (Dalam bentuk biji dalam kotoran luwak) Rp. 450.000,-
    b. Kopi Luwak hasil Penangkaran
    • 1 kg Biji Kopi Luwak sudah bersih dan (insya Allah) suci seharga Rp. 400.000,
    • 1 kg Biji Kopi Luwak masih kotor (Dalam bentuk biji dalam kotoran luwak) Rp. 350.000,

    Harga diatas belum ongkos kirim ke seluruh Indonesia, jasa pengiriman sesuai kesepakatan atau permintaan pembeli (karena ongkos kirim ditanggung pembeli). Pembayaran bisa Cash dan bisa juga langsung dikirim melalui Rekening Bank Mandiri, BRI, BII, Bank Commonwealth dan BCA kami, nomor rekening tertera di bawah ini. Anda kirim uang dan jika uang benar-benar sudah masuk rekening kami, maka barang langsung dikirim.

    BRI Rek No. 0206-01-008779-50-2 an. Nugroho Ari B
    Bank BII Rek No.108-451-2439 an. Emiliana BND
    Bank Commonwealth RekNo. 103-536-9108 an. Nugroho Ari Bawono
    Bank BCA Rek No. 108-412-9600 an. Nugroho Ari Bawono
    Bank mandiri Rek No.155_000-1639-79-1 an. Emiliana BND

    Pemesanan Kopi Luwak 

    Ke
    No. HP 081298149818 ( Telkomsel)
    No. HP.087846555667 (XL)
    No. HP.081527043016 (Mentari)

    dengan Format Nama, Alamat, Pesanan, Uang rencana dikirim via Bank

    Contoh Format:
    Order#Ali, Jl.Rajawali 43 Surabaya, Liar-seduh-100gr,BCA#

    Artinya : Bpk Ali beralamat di Jalan Rajawali 43 Surabaya memesan Kopi Luwak Liar siap seduh 100 gr dan akan mengirim uang via BCA

    Kami Akan segera merespons pesanan anda lengkap dengan jumlah uang dan No.rek yang akan dikirim berikut Jasa pengiriman dan harga ongkos kirimnya

    Salam Sejahtera

    Nugroho Ari B

    KOPI LUWAK (tips memilih dan membeli kopi luwak asli)


    Kopi luwak merupakan jenis kopi 
    termahal di dunia. 
    Awalnya kopi luwak (civet coffee)
    masih sedikit dan hanya dikonsumsi
    secara perorangan namun untuk 
    saat ini, binatang luwak 
    sudah banyak dibudidayakan 
    dan dipelihara sehingga 
    kopi luwak dapat diproduksi 
    secara terorganisir. Contohnya, 
    petani kopi di Jember 
    yang menampung bijikopi dari kotoran

     yang dihasilkan binatang 
    luwak peliharaannya.



    Berikut tips memilih dan membeli kopi luwak ASLI :

    1. Kopi luwak masih Memiliki kulit tanduk yang berwarna kuning 
    2. kecokelat-cokelatan yang homogen.Untuk kopi luwak jenis robusta, 
    3. jika kulit tanduknya dikupas, terlihat biji berwarna hijau agak mengkilap. 
    4. Biji tersebut terlihat lebih padat atau menyerupai kopi arabika. 
    5. Namun, biji tersebut sebenarnya biji kopi robusta.
    6. Jika dimasukkan ke dalam air, biji kopi harus tenggelam. 
    7. Jika terdapat biji kopi yang terapung itu menandakan
    8.  biji kopi luwak tersebut palsu.



    Fatwa MUI Tentang Kopi Luwak

    Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma’ruf Amin saat konferensi pers di Gedung MUI, Jl. Proklamasi No. 51 Jakarta, Selasa, 20 Juli 2010 telah mengumumkan fatwa yang menyatakan, kopi luwak halal setelah melalui proses pencucian. Diperbolehkan meminum, memproduksi, dan memperdagangkannya.


    Turut mendampingi Sekretaris Umum MUI Ichwan Sam dan Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI Lukmanul Hakim.


    Dijelaskan dalam fatwa tersebut, bahwa biji kopi luwak ini bersifat mutanajis atau terkena najis. Akan dinyatakan halal setelah melalui proses pencucian dengan melakukan pencucian secara islami sebanyak 7 kali dengan menggunakan air mengalir. Kalau sudah dicuci dan najisnya hilang, berarti hukumnya Halal dikonsumsi dan diperjualbelikan.


    Sebagaimana diketahui, proses memproduksi kopi luwak ini dimulai dari biji kopi yang ditelan oleh luwak, kemudian keluar bersamaan dengan faeces (kotoran). Biji kopi tersebut tetap utuh (tertutup kulit tanduk).
    Direktur Eksekutif LPPOM MUI Lukmanul Hakim menuturkan, biji kopi ini bersifat mutanajis. Seperti barang lain yang terkena najis, maka biji kopi pun harus dicuci terlebih dahulu untuk proses selanjutnya.


    sumber: kopiluwakjember.com

    Kopi Luwak Palsu Beredar

    Pasar kopi luwak tidak kenal matinya dikalangan penikmat kopi, bahkan tidak sedikit cara orang untuk mendapatkan rezeki dari nama kopi luwak. Kopi luwak saat ini sudah bervariasi, ada yang menggunakan brand daerah kopi tersebut seperti: kopi luwak jember, kopi luwak sumatera, kopi luwak lampung, kopi luwak jambi, kopi luwak jawa, kopi luwak bali, kopi luwak nusatenggara, kopi luwak gayo aceh dan masih banyak lagi brand yang diangkat. Market seperti ini membuktikan bahwa kopi luwak benar-benar memiliki daya tarik yang sangat besar bagi penikmat kopi dan beberapa penjual kopi untuk memberikan nilai plus, tapi kopi luwak asli adalah benar-benar kopi pilihan luwak.

    Namun, peminat kopi luwak saat ini mulai redup akibat banyaknya penjual kopi luwak melakukan tindakan penipuan melalui pencampuran bubuk kopi luwak dan parahnya lagi beberapa pengusaha besar memanfaatkan merk kopi sachetnya dengan KOPI LUWAK, tapi isinya adalah kopi biasa yang diolah dengan mesin khusus perendah caffein seperti yang sering tampil di iklan-iklan TV.

    Pemerintah harus tegas terhadap izin produksi yang menamakan merk kopinya KOPI LUWAK dan isinya kopi biasa, karena marketing yang dilakukan merupakan tindakan pembohongan terhadap konsumen. Jelas aja konsumen  yang awalnya belum mengenal  dan belum menikmati kopi luwak langsung percaya, didukung harga yang cukup murah (1 sachet Rp.1000 - Rp.2000) dipasaran. Jika pemerintah membiarkan kondisi seperti ini terus berlangsung, maka tidak menutup kemungkinan petani kopi luwak atau para penjual kopi luwak asli akan mengalami kerugian yang banyak. Disisi lain, kopi luwak yang sejarahnya dari Indonesia nantinya tidak terkenal lagi dengan KOPI TERMAHAL DI DUNIA, tapi sebaliknya dikenal KOPI TERMURAH DI DUNIA.

    sumber: kopiluwakjember.com

    Rabu, 20 Juni 2012

    Teknologi Produksi Kopi Luwak Probiotik



    Sumber Gambar: http://www.google.co.id
    Produksi kopi luwak secara konvensional dilakukan dengan membudidayakan luwak atau membiarkan luwak di kebun kopi dan diberi kesempatan untuk memakan buah kopi masak. Cara konvensional dalam memproduksi kopi luwak memerlukan biaya yang mahal dan produksinya terbatas.
    Melalui penggunaan mikroba probiotik yang diisolasi dari saluran pencernaan (intestinum dan caecum) luwak untuk memfermentasi biji kopi, dapat diperoleh produk kopi yang memiliki cita rasa dan aroma yang mendekati bahkan menyamai kopi luwak asli. Kelebihan produksi kopi luwak dengan cara ini, biayanya jauh lebih murah, melibatkan banyak tenaga kerja, jumlah produksi lebih mudah diprogramkan, bebas dari aroma tanah, dan lebih terjamin higienitasnya.
    Beberapa dampak positif dari penerapan teknologi yaitu dapat menciptakan lapangan kerja baru, dapat mendongkrak mutu kopi robusta yang selama ini kurang disukai luwak, sementara produk kopi robusta di Indonesia mencapai 85% dan menghilangkan keraguan bagi sebagian konsumen tentang hukum (halal atau haram) mengkonsumsi kopi luwak
    Industrilisasi dan penyebaran kopi luwak untuk sementara ini masih diproduksi oleh peneliti/penemunya dan uji coba pasar dilakukan pada acara - acara pameran serta beberapa cafe di Denpasar. Dari "round table meeting" di Bogor bulan mei lalu, ada beberapa perusahaan yang berminat untuk bekerjasama. Teknologi ini sudah terdaftar di Direktorat Jenderal HAKI.

    sumber: Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian,2011
    Suprio Guntoro Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali

    Teknologi Pengolahan Kopi Semi Basah



    Sumber Gambar: http://www.google.co.id
    Beberapa sentra produksi kopi di Lampung adalah Tangamus, Lampung Barat, Way Kanan, dan Lampung Utara. Pada umumnya jenis kopi yang ditanam adalah Robusta, termasuk di Kabupaten Lampung Utara, luas pertanamannya adalah 15.748 ha dengan produksi 12.174 ton. Produksi kopi di daerah ini masih kopi asalan dengan mutu 5 dan 6.
    Untuk memperbaiki kopi tersebut sesuai dengan grade yang lebih baik dari sebelumnya dilakukan pengolahan kopi secara basah sederhana, dikenal dengan pengolahan kopi semi basah. Persyaratan yang utama yaitu melaksanakan petik merah. Keuntungan dari pengolahan kopi ini adalah mutu kopi yang diperoleh bisa mencapai mutu 1 dan 2, sehingga memberikan nilai tambah dan menaikkan harga jual.
    Teknologi ini mudah dilakukan petani, menghasilkan biji kopi mutu baik (grade 1-2), dengan harga lebih tinggi, sehingga pendapatan petani meningkat 20-30%
    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Lampung telah merintis pengolahan kopi secara basah sejak tahun 2006. Sampai saat ini, telah banyak petani kopi di Lampung yang menerapkan teknologi ini.

    Sumber : Alvi Yani. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Lampung. 100 inovasi pertanian spesifik lokasi

    Persyarat Tumbuh agar Tanaman Kopi berproduksi Optimal



    Sumber Gambar: google.co.id
    Di Indonesia tanaman kopi umumnya dapat tumbuh baik pada ketinggian tempat 700 m di atas permukaan laut (dpl). Namun dengan introduksi klon-klon baru dari luar negeri, beberapa diantaranya dapat ditanam pada ketinggian 500 m dpl. Jenis kopi arabika tumbuh baik dengan citarasa bermutu pada ketinggian di atas 1000 m dpl. Penanaman kopi arabika pada dataran rendah, produktivitasnya rendah dan rentan penyakit karat daun (Hemileia vastatrix ). Selain itu, persyaratan iklim lain yang harus dipenuhi adalah jumlah curah hujan 1.500 - 2.500 mm/th, bulan kering 1‐3 bulan, dan suhu udara rata‐rata 17‐21 oC untuk kopi arabika. Sedangkan kopi Robusta, juga memerlukan kisaran curah hujan 1.500 - 2.500 mm/th, bulan kering 1‐3 bulan, dan suhu udara rata‐rata 21‐24 oC. Tanaman kopi menghendaki tanah dengan solum dalam, gembur, subur, kandungan bahan organik tinggi, dan berdrainase baik. Tanaman kopi menghendaki reaksi tanah yang agak asam (pH 5,5 ‐ 6,5). Pada tanah yang bereaksi lebih asam dapat dinetralisasir dengan pengapuran.

    Sumber : Agro Inovasi, Litbang

    Budidaya Kopi



    Sumber Gambar: google.co.id
    Untuk memperoleh produksi hasil dan mutu kopi yang baik, selain harus menggunakan klon/varietas unggul, maka tanaman kopi juga hendaknya dipelihara secara baik,
     

    Bahan tanaman

    Beberapa varietas kopi yang dianjurkan seperti tercantum pada Tabel 1.
     
     
     
     
     
     
     
     
    Tabel 1. Beberapa varietas/klon anjuran tanaman kopi
    No.Jenis kopi Varietas/KlonPotensi produksi (kg/ha)
     A.Kopi RobustaBP42, BP234, BP288, BP358, BP409, SA234, BP436, BP534, BP936, SA203 800 - 3.700
     B.Kopi ArabikaKartika-1, Kartika-2, USDA-762, Abesiania-3, Andungsari-1, S-795, 1.200 - 1.900
    Sumber: Puslit Koka
    Perbanyakan bahan tanaman
    Tanaman kopi dapat diperbanyak secara generatif menggunakan benih atau biji maupun vegetative/klonal. Perbanyakan secara generatif lebih umum digunakan karena mudah dalam pelaksanaanya, dan membutuhkan waktu lebih singkat dalam penyiapan bibit siap tanam dibandingkan secara klonal.
    Penanaman
    Jarak tanam kopi dapat disesuaikan dengan kemiringan tanah. Beberapa contoh penggunaan jarak tanam (populasi/hektar) bervariasi dari 2 - 2.5 m x 2.5 - 4 m atau populasi 1300 - 2000 pohon per hektar.
    Pemupukan
    Tujuan pemupukan adalah untuk meningkatkan daya tahan tanamn, produksi dan mutu hasil. Pemberian pupuk dilakukan harus tepat waktu, dosis dan jenis pupuk serta cara pemberiannya. Faktor-faktor seperti jenis tanah, iklim dan umur tanaman sangat berpengaruh terhadap efektifitas pemupukant. Pupuk diberikan sekitar 30-40 cm dari batang pokok. Pedoman umum pemupukan tanaman kopi seperti pada Tabel 2.

    Tabel 2. Pedoman umum pemupukan tanaman kopi
     Umur tanaman
    (tahun)
    Awal musim hujan
    (g/ph/th)
    Akhir musim hujan
    (g/ph/th)
     Urea SP36KCl Kieserit Urea SP36KCl Kieserit
     1 20 25 15 10 20 25 15 10
     2 50 40 40 15 50 40 40 15
     3 75 50 50 25 75 50 50 25
     4 100 50 70 35 100 50 70 35
    5-10 150 80 100 50 150 80 100 50
     >10 200 100 125 70 200 100 125 70
    Sumber : Puslitkoka (2006)

    Pemangkasan
    Pemangkasan dilakukan agar pohon tetap rendah sehingga mudah dalam perawatan, termasuk pengaturan cahaya dan pengendalian hama penyakit. Pemangkasan dapat dilakukan ketika panen dengan membuang cabang-cabang tidak produktif, cabang liar maupun yang sudah tua.
    Tanaman peneduh 
    Sebelum benih kopi dipidah-tanamkan di lapangan, lahan harus ditanam pohon peneduh (penaung). Pohon peneduh harus memiliki persyaratan perakaran yang dalam, percabangan yang mudah diatur, ukuran daun relatif kecil dan tidak mudah rontok, sehingga kebutuhan minimal cahaya matahari yang masuk optimal. Selain itu, berumur panjang dan menghasilkan banyak bahan organik serta tidak menjadi inang hama‐penyakit kopi.
    a. Peneduh sementara
    Jenis tanaman penaung sementara yang banyak digunakan a.l. Flemingia congesta, Crotalaria spp, Tephrosia spp. F. congesta cocok untuk daerah dengan tinggi tempat < 700 m dpl. Sedangkan untuk wilayah ketinggian tempat >1.000 m dapat menggunakan Tephrosia atau Crotalaria.
    b. Peneduh tetap
    Pohon peneduh tetap yang banyak digunakan a.l. lamtoro, sengon, dadap, dan gliricidia. Pohon peneduh tetap ditanam dengan jarak 2 m x 2,5 m. Dengan dengan semakin besar, secara bertahap dijarangkan menjadi 4 m x 5 m, dan akhirnya 10 m x 10 m.
    Pengendalian hama dan penyakit 
    Nematoda. Pratylenchus coffeae dan Radopholus similis merupakan nematoda endoparasit yang mobil. Gejala tanaman terserang kerdil, daun menguning dan gugur. Pertumbuhan cabang primer terhambat, sehingga menghasilkan sedikit bunga, bunga prematur dan banyak yang kosong. Perakaran serabut membusuk, berwarna coklat atau hitam, dan akhirnya mati. Pengendalian, secara kimiawi (fumigant: Basamid G, Vapam L); nematisida (Curater 3G, Vydate 100 AS, Rhocap 10G dan Rugby 10G.), consent. 1,0%, dosis 250 ml/bibit), atau penggunaan jenis kopi tahan nematoda parasit.
    Penggerek buah kopi, atau bubuk buah kopi (BBK), disebabkan oleh Hypothenemus hampei. Gejala, serangga masuk ke dalam buah kopi dengan membuat lubang. Serangan pada buah muda menyebabkan gugur buah, pada buah tua biji kopi cacat (berlubang) dan bermutu rendah. Pengendalian, secara kultur teknis memutus daur hidup, yaitu petik bubuk, lelesan, dan racutan.
    Penyakit karat daun, disebabkan oleh Hemileia vastatrix B. Gejala bercak‐bercak berwarna kuning muda pada sisi bawah daun, kemudian menjadi kuning tua. Terbentuk tepung berwarna jingga cerah (oranye). Daun yang terserang parah akan gugur dan tanaman gundul.
    Penyakit bercak daun, disebabkan oleh jamur Cercospora coffeicola. Gejala, serangan terjadi pada daun maupun buah. Pengendalian, secara kultur teknis memberi naungan cukup, pemupukan berimbang dan pengurangan kelembaban udara (pemangkasan dan pengendalian gulma). Secara kimiawi, penyemprotan Bavistin 50 WP 0,2%, Cupravit OB 21 0,35%, Dithane M 45 80 WP 0,2%, Delsene MX 200 0,2%.

    Sumber : Agro Inovasi, Litbang

    Cara Pemanenan Kopi Yang Benar


    Panen buah kopi dilakukan secara manual, yaitu memetik buah yang telah masak, yang ditandai oleh perubahan warna kulit buah dari warna hijau tua menjadi kuning (setengah masak) dan merah (masak penuh). Kematangan buah kopi juga dapat diketahui dari kekerasan dan komponen senyawa gula dalam daging buah. Buah kopi masak mempunyai daging buah lunak dan berlendir serta rasanya manis. Tanaman kopi berbunga tidak serentak dalam setahun, sehingga ada beberapa cara panen: (1) Pemetikan selektif terhadap buah masak, (2) Pemetikan setengah selektif, terhadap dompolan buah masak, (3) Secara lelesan, pengumpulan buah kopi yang gugur karena terlambat pemetikan, dan (4) Secara rampasan, pemetikan semua buah kopi yang masih hijau

    Sumber : Agro Inovasi, Litbang

    Pengolahan Kopi Tepat Guna


    Pengolahan kopi beras menjadi kopi bubuk merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah produk kopi di tingkat petani, sehingga dapat meningkatkan pendapatannya. Proses pengolahan kopi bubuk meliputi persiapan bahan, penyangraian, blending (pencampuran), pengemasan dan penyimpanan.
    Persiapan: Untuk memperoleh tingkat kematangan yang seragam, kopi beras disortasi berdasarkan ukurannya yaitu besar, sedang dan kecil, serta dipisahkan dari biji-biji pecah. Agar kopi bubuk mempunyai ciri khas tersendiri dan untuk meningkatkan daya jualnya, kopi dapat juga dicampur dengan jahe, kayu manis, pala, kapulaga atau rempah-rempah (kencur, temu lawak, kunyit, lengkuas, pegagan, pasak bumi, ginseng).

    Untuk mendapatkan kopi yang seragam, dan konsisten, perlu dilakukan optimasi penyangraian untuk memperoleh tingkat pemanasan yang tepat yang dapat menghasilkan kopi bubuk sesuai dengan cita rasa yang diinginkan. Setelah didapat kondisi penyangraian dengan suhu dan waktu yang tepat, maka kodisi tersebut dapat dijadikan sebagai standar, sehingga akan mendapatkan mutu kopi yang seragam dan konsisten.
    Penyangraian: Kopi arabika disangrai pada suhu 175° C sedangkan kopi robusta pada suhu 200°C. Setiap alat penyangrai mempunyai kapasitas tertentu, oleh karena itu setiap menyangrai harus diupayakan dalam jumlah yang sama. Produk kopi sangrai terdiri dari biji coklat tua, biji kopi coklat kehitaman dan biji kopi hitam berminyak.
    Tingkat sangrai coklat tua ditandai dengan pecahnya biji yang disertai dengan suara pecahnya biji pertama. Setelah itu pengawasan penyangraian perlu diperketat sehingga terdengar suara pecahnya biji yang ke dua. Setelah terdegar suara pecahnya biji yang ke dua tersebut maka penyangraian dihentikan.

    Tingkat sangrai coklat kehitaman dan hitam berminyak dapat diperoleh dengan mengecilkan pemanasan penyangrai setelah pecahnya biji yang ke dua, dan diamati terus sampai tingkat sangrai optimum yang diinginkan. Untuk tingkat sangrai ringan (warna cokelat muda) suhu diatur 190-195° C, untuk tingkat sangrai medium (warna cokelat agak gelap) suhu diatur 200-205° C dan untuk sangrai gelap (cokelat tua cenderung agak hitam) suhu diatur 205° C.
    Pendinginan: Pendinginan dilakukan segera dengan cara menghembuskan udara ke dalam kopi sangrai. Setelah suhu kopi sangrai mencapai suhu ruang, masukkan ke dalam wadah tempering.
    Tempering: Tahapan tempering adalah jedah waktu untuk menstabilkan cita rasa kopi. Pada tahap ini CO2 keluar secara perlahan dari biji kopi sangrai. Tempering dapat dilakukan dalam wadah bertutup selama kurang lebih 12 jam.
    Blending: Blending dilakukan dengan mencampur jenis kopi yang berbeda untuk memperoleh citarasa khas yang dikehendaki produsen kopi bubuk. Untuk menghasilkan produk blending yang baik sebaiknya menggunakan 5 atau lebih bahan kopi dari beberapa daerah. Blending dapat dilakukan sebelum atau sesudah roasting tergantung karakteristik kopinya. Bila karakter mirip bisa dilakukan sebelum roasting dan bila karakter berbeda lebih baik dilakukan setelah roasting. Pengilingan kopi dapat dilakukan menjadi berbagai bentuk akhir seperti kopi tubruk (halus), kopi filter (agak kasar) dan espresso (agak kasar).

    Pengemasan: Pengemasan berfungsi untuk perlindungan, fungsi penanganan dan fungsi pemasaran. Dengan pengemasan maka produk tetap bersih, tidak terkontaminasi, terlindung dari kerusakan , kadar air dan penyinaran. Dengan pengemasan akan mempunyai ukuran, bentuk dan bobot yang seuai dengan standar, mudah dalam penanganan, pengangkutan dan distribusi. Dengan pengemasan akan menampakkan identifikasi, informasi, daya tarik dan penampilan yang jelas sehingga dapat membantu promosi dan penjualan.
    Dari jenisnya, kemasan dikelompokkan menjadi 3 bagian yaitu kemasan primer, kemasan sekunder dan kemasan tersier. Kemasan primer adalah kemasan yang berhubungan langsung dengan produk, ukurannya relatif kecil dan biasa disebut sebagai kemasan eceran. Kemasan sekunder adalah kemasan ke dua yang berisi sejumlah kemasan primer. Kemasan ini tidak kontak langsung dengan produk yang dikemas. Sedangkan kemasan tersier adalah kemasan yang banyak diperuntukkan sebagi kemasan transport.

    Bahan yang paling baik untuk kemasan primer adalah aluminium foil, kaleng dan gelas karena mampu mencegah terjadinya kehilangan aroma kopi. Dalam pengemasan perlu label yang memuat nama produk, komposisi, berat bersih atau isi bersih, nama dan alamat produsen, keterangan tentang halal dan tanggal kadaluwarsa.
    Penyimpanan: Produk akhir kopi bubuk harus disimpan terpisah dengan kopi beras, tidak boleh bercampur dengan bahan lain yang dapat mengkontaminasi serta terhindar dari kerusakan akibat serangga atau binatang mengerat seperti tikus. Ruang penyimpanan kopi bubuk sebaiknya mempunyai ventilasi yang baik, tidak lembab dan tidak terkena cahaya langsung matahari.

    Penulis: Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian Madya.
    Sumber: Pedoman Teknis Pengembangan Agroindustri Pengolahan Hasil Perkebunan. KOPI. Direktorat Pengolahan Hasil Pertanian. Tahun 2010.

    Senin, 18 Juni 2012

    CIVET COFFEE IS KOPI LUWAK


    Kopi Luwak merupakan kalimat bahasa indonesia yang berasal dari bahasa Jawa, tepatnya perpaduan bahasa indonesia (kopi) dan Luwak (jawa) yang berarti nama binatang sejenis musang. Kepopuleran kopi luwak bukan hanya di ASIA tapi mendunia sehingga kebanyakan tourist asing yang singgah ke indonesia akan mencari kopi luwak untuk dijadikan buah tangan (gift) atau oleh-oleh. Lalu apa yang diucapkan si bule ketika bertanya tentang kopi luwak??? CIVET COFFEE IS KOPI LUWAK jika diartikan ke dalam bahasa inggris kopi luwak berarti civet coffee.

    CIVET COFFEE IS KOPI LUWAK kira-kira seperti itu apa yang dikatakan para bule. Sebenarnya dengan mengucapkan kopi luwak pun para bule itu mengerti karena ada film hollywood yang mengangkat film dengan tema 'the bucket list' menceritakan tentang kopi luwak dari sumatera, dalam film the bucket list itu penggunaan kopi luwak tidak mengalami perubahan hanya terjemahan kopi menjadi coffee saja adapun kalimat luwak tetap diucapkan dengan kalimat yang sama tidak diterjemahkan. Dalam dialog bahasa inggris tidak semua civet coffe is kopi luwak bahkan ada yang menerjemahkan luwak dengan kalimat cat.

    Suatu waktu pernah kami kedatangan tamu dari 
    korea (pelancong/tourist) yang datang langsung ke tempat kami, tentunya orang korea ini tidak berbicara bahasa korea atau bahasa cina melainkan menggunakan bahasa international, Inggris. Sempat terjadi eror communication antar kami dengan mereka saat mengucapkan kopi luwak. civet Coffee is kopi luwak itu adalah kalimat yang biasa kami ucapkan kepada para bule asing karena kalimat tersebut sudah sangat familiar untuk para tourist. Namun kali ini kalimat tersebut tidak dimengerti oleh orang korea malahan mereka mengatakan cat coffee yang berarti kopi luwak, sepertinya kucing itu dianggap sebagai musang bagi mereka karena bentuk musang itu sendiri memang persis seperti layaknya kucing. Dari peristiwa ini makakopi luwak bandung mendapatkan glossary atau vocabularies kopi luwak yang baru yaitu civet coffe is kopi luwak or cat coffee. Tapi itu tidak menjadi kendala yang begitu sulit bagi kami karena orang asing itu membawa uang banyak maka harga kopi luwak bandung yang kami berikan pun tidak dengan rupiah melainkan US Dollar.

    http://www.kopiluwakbandung.com/2012/06/civet-coffee-is-kopi-luwak.html

    Proses Pengolahan Kopi Luwak yang baik dan benar



    Kopi adalah minuman yang tidak pernah ditinggalkan oleh masyarakat Indonesia. di Indonesia tersebar macam dan jenis kopi. Kita mengenal kopi sersah, Kopi Lampung, Kopi murni, kopi luwak, Kopi Gresik, kopi susu sapi, Kopi susu kambing, kopi susu kuda liar dan kopi yang lainnya. yang jelas di Indonesia ada ribuan jenis kopi yang beredar yang kesemuanya memiliki kelebihan dan manfaat masing-masing.



    Saya kira anda sangatlah familiar dengan kopi luwak. Kopi luwak seperti yang kita pahami, berasal dari kopi yang dimakan oleh luwak yang sudah dikeluarkan dalam bentuk kotoran luwak. Nah biasanya yang dimakan oleh luwak adalah kopi yang benar-benar sudah tua dan memiliki kualitas terbaik. Luwak paling tau mana kopi yang paling berkualitas.
    Saya kira anda adalah orang yang paling mahir memasarkan kopi luwak, maka tidak ada salahnya untuk mengembangkan usaha kopi luwak dengan mempunyai penangkaran luwak sendiri, namun hal pertama yang harus dipelajari adalah cara bagaimana memproduksi kopi luwak dengan baik dan benar.


    Pertama



    Step mulailah untuk sepenuhnya proses pengolahan kopi luwak merupakan pengumpulan feses (kotoran) luwak yang diterapkan oleh  petani kopi yang dihasilkan dari luwak liar ataupun luwak dalam  penangkaran . Pekerjaan mengumpulkan feses (panen)  ini masing2 petani mempunyai waktu ;pilihan tersendiri bisa pagi hari saat kotoran luwak liar (biasanya terkumpul dalam suatu daerah atau tempat tertentu) maupun sore hari (untuk petani luwak hasil penangkaran/ternak) karena selain mengumpulkan petani tersebut juga memberikan kopi segar baru sebagai ransum luwak di malam hari pada dasarnya waktu yang  diterapkan 2 - 3 hari. Hasil panenan tadi dikumpulkan dalam sebuah wadah dafri bambu untuk kemudian dikeringkan.


    Kedua
    Mengapa anda diharuskan mengeringkan feses luwak??? Pada dasarnya pada umumnya yang dilakukan oleh  “petani kecil” segera mengolah kopi luwak minus melakukan proses pengeringan (Tempering) padahal hal  tersebut amatlah keliru dikarenakan proses fermentasi yang terjadi akan  menurunkan suhu secara  perlahan-lahan sehingga dapat meraih meraih mutu biji kopi yglebih . Pengeringan (dry) diterapkan mendinginkan bukan secara cepat /segera. Proses pengeringan ini dilakukan selama 3 s.d 7 hari.


    Disamping tersebut pengeringan bertujuan untuk mengurangi kadar air  hingga menjadi 16%. Tuk pengeringan terkait sungguh-sungguh disuruh agar agar memanfaatkan tampah bambu, Pengunaan  tampah bambuini dikarenakan permukaan tampah ini tidak akan membuat kopi menjadi lembab dan  berbausehingga proses pengeringan menjadi bertambah sempurna. Hindari penggunaan terpal plastik karena disamping akan menyebabkoan kopi menjadi lemban saat proses pengeringan terjadi (karena air akan terperangkap dibawah biji kopi dan tidak tutun ke tanah ) disamping itu bau plastik akan terperangkap dalam minyak yang terdapat secara alami didalam biji kopi


    KeTiga
    Sesudah proses pengeringan selesai serta biji kopi sudah betul-betul mengering, jadi tahap berikutnya merupakan proses pembersihan umtuk memisahkan kotoran luwak yang menempel pada biji kopi. Pada proses ini ada   beberapa langkah  yangi harus diperhatikan di dalam prosesnya yaitu : a) kotoran (feses) yg tena melekat dalam biji kopi tadi diharuskan betul-betul dibersihkan serta dicuci memanfaatkan air mengalir hingga yg tersisa sebatas biji kopi serta kulit tanduknya saja. b) untuk  pencucian (washing) diwajibkan menggunakan selang airyang megalir  serta dicuci/dibilas  berulang ulang kurang lebih 7 (tujuh) kali, Guyurkanlah air yang mengalir tersebut secara merata ke semua biji kopi serta bersihkan 1 persatu maka betul-betul suci serta bersih.Itulah sedikit trik proses pengolahan kopi luwak mudah-mudahan bisa bermanfaat.



    Sumber: buku kopi Luwak karangan Irgi. Edy Pangabean