Kamis, 21 Juni 2012

Daftar Harga Produk Java Civet Coffee


Kami menjual Kopi Luwak jenis Robusta dan Arabica Java Jumprit dari Bandungan Ambarawa, dimana memiliki 2 (dua) variant yakni Kopi Luwak Liar jenis Arabica dan Kopi Luwak penangkaran jenis Robusta dimana pada masing2 varian diipasarkan dalam    5 (Lima)  jenis kopi  , yaitu : 
- Kopi berbentuk bubuk siap seduh,
- Kopi Berbentuk seduh dan biji sangrai siap giling 




- Kopi berbentuk masih Biji sangray  siap giling
- Kopi Berbentuk Biji (Green Bean Siap Sangrai) (telah diproses sesuai anjuran MUI)
- Kopi Berbentuk kotoran luwak dalam kondisi kering

Jenis bubuk yang siap seduh memiliki beberapa variasi, tergantung beratnya yakni sbb :
a. Kopi Luwak Liar
  • Kopi Bubuk siap Seduh ukuran 50 gr     Rp.  50.000,-
  • Kopi Bubuk siap Seduh ukuran 100 gr   Rp.  80.000,-
  • Kopi Bubuk Siap Seduh ukuran 250 gr   Rp.250.000,-
  • Kopi Bubuk siap Seduh ukuran 500 gr   Rp.400.000,-
  • Kopi Bubuk siap Seduh ukuran 1 kg       Rp. 750.000,
b. Kopi Luwak Hasil Penangkaran
  • Kopi Bubuk siap Seduh ukuran 50 gr     Rp.  40.000,-
  • Kopi Bubuk siap Seduh ukuran 100 gr   Rp.  75.000,-
  • Kopi Bubuk Siap Seduh ukuran 250 gr   Rp.200.000,-
  • Kopi Bubuk siap Seduh ukuran 500 gr   Rp.350.000,-
  • Kopi Bubuk siap Seduh ukuran 1 kg       Rp. 650.000,-
Penjualan yang kami lakukan bisa online dan offline, sebelum melakukan pembelian kami anjurkan kepada anda untuk bertanya-tanya dulu agar tidak ada kesalahfahaman dalam bertransaksi.

Harga tidak berpengaruh terhadap jumlah pengambilan, karena harga yang kami tawarkan merupakan harga termurah untuk standar harga kopi luwak di Pulau Jawa.

Hargauntuk yang masih dalam bentuk biji  saat ini adalah sbb :
a. Kopi Luwak Liar
    • 1 kg Biji Kopi Luwak sudah bersih dan (insya Allah) suci seharga Rp. 500.000,-
    • 1 kg Biji Kopi Luwak masih kotor (Dalam bentuk biji dalam kotoran luwak) Rp. 450.000,-
    b. Kopi Luwak hasil Penangkaran
    • 1 kg Biji Kopi Luwak sudah bersih dan (insya Allah) suci seharga Rp. 400.000,
    • 1 kg Biji Kopi Luwak masih kotor (Dalam bentuk biji dalam kotoran luwak) Rp. 350.000,

    Harga diatas belum ongkos kirim ke seluruh Indonesia, jasa pengiriman sesuai kesepakatan atau permintaan pembeli (karena ongkos kirim ditanggung pembeli). Pembayaran bisa Cash dan bisa juga langsung dikirim melalui Rekening Bank Mandiri, BRI, BII, Bank Commonwealth dan BCA kami, nomor rekening tertera di bawah ini. Anda kirim uang dan jika uang benar-benar sudah masuk rekening kami, maka barang langsung dikirim.

    BRI Rek No. 0206-01-008779-50-2 an. Nugroho Ari B
    Bank BII Rek No.108-451-2439 an. Emiliana BND
    Bank Commonwealth RekNo. 103-536-9108 an. Nugroho Ari Bawono
    Bank BCA Rek No. 108-412-9600 an. Nugroho Ari Bawono
    Bank mandiri Rek No.155_000-1639-79-1 an. Emiliana BND

    Pemesanan Kopi Luwak 

    Ke
    No. HP 081298149818 ( Telkomsel)
    No. HP.087846555667 (XL)
    No. HP.081527043016 (Mentari)

    dengan Format Nama, Alamat, Pesanan, Uang rencana dikirim via Bank

    Contoh Format:
    Order#Ali, Jl.Rajawali 43 Surabaya, Liar-seduh-100gr,BCA#

    Artinya : Bpk Ali beralamat di Jalan Rajawali 43 Surabaya memesan Kopi Luwak Liar siap seduh 100 gr dan akan mengirim uang via BCA

    Kami Akan segera merespons pesanan anda lengkap dengan jumlah uang dan No.rek yang akan dikirim berikut Jasa pengiriman dan harga ongkos kirimnya

    Salam Sejahtera

    Nugroho Ari B

    KOPI LUWAK (tips memilih dan membeli kopi luwak asli)


    Kopi luwak merupakan jenis kopi 
    termahal di dunia. 
    Awalnya kopi luwak (civet coffee)
    masih sedikit dan hanya dikonsumsi
    secara perorangan namun untuk 
    saat ini, binatang luwak 
    sudah banyak dibudidayakan 
    dan dipelihara sehingga 
    kopi luwak dapat diproduksi 
    secara terorganisir. Contohnya, 
    petani kopi di Jember 
    yang menampung bijikopi dari kotoran

     yang dihasilkan binatang 
    luwak peliharaannya.



    Berikut tips memilih dan membeli kopi luwak ASLI :

    1. Kopi luwak masih Memiliki kulit tanduk yang berwarna kuning 
    2. kecokelat-cokelatan yang homogen.Untuk kopi luwak jenis robusta, 
    3. jika kulit tanduknya dikupas, terlihat biji berwarna hijau agak mengkilap. 
    4. Biji tersebut terlihat lebih padat atau menyerupai kopi arabika. 
    5. Namun, biji tersebut sebenarnya biji kopi robusta.
    6. Jika dimasukkan ke dalam air, biji kopi harus tenggelam. 
    7. Jika terdapat biji kopi yang terapung itu menandakan
    8.  biji kopi luwak tersebut palsu.



    Fatwa MUI Tentang Kopi Luwak

    Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma’ruf Amin saat konferensi pers di Gedung MUI, Jl. Proklamasi No. 51 Jakarta, Selasa, 20 Juli 2010 telah mengumumkan fatwa yang menyatakan, kopi luwak halal setelah melalui proses pencucian. Diperbolehkan meminum, memproduksi, dan memperdagangkannya.


    Turut mendampingi Sekretaris Umum MUI Ichwan Sam dan Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI Lukmanul Hakim.


    Dijelaskan dalam fatwa tersebut, bahwa biji kopi luwak ini bersifat mutanajis atau terkena najis. Akan dinyatakan halal setelah melalui proses pencucian dengan melakukan pencucian secara islami sebanyak 7 kali dengan menggunakan air mengalir. Kalau sudah dicuci dan najisnya hilang, berarti hukumnya Halal dikonsumsi dan diperjualbelikan.


    Sebagaimana diketahui, proses memproduksi kopi luwak ini dimulai dari biji kopi yang ditelan oleh luwak, kemudian keluar bersamaan dengan faeces (kotoran). Biji kopi tersebut tetap utuh (tertutup kulit tanduk).
    Direktur Eksekutif LPPOM MUI Lukmanul Hakim menuturkan, biji kopi ini bersifat mutanajis. Seperti barang lain yang terkena najis, maka biji kopi pun harus dicuci terlebih dahulu untuk proses selanjutnya.


    sumber: kopiluwakjember.com

    Kopi Luwak Palsu Beredar

    Pasar kopi luwak tidak kenal matinya dikalangan penikmat kopi, bahkan tidak sedikit cara orang untuk mendapatkan rezeki dari nama kopi luwak. Kopi luwak saat ini sudah bervariasi, ada yang menggunakan brand daerah kopi tersebut seperti: kopi luwak jember, kopi luwak sumatera, kopi luwak lampung, kopi luwak jambi, kopi luwak jawa, kopi luwak bali, kopi luwak nusatenggara, kopi luwak gayo aceh dan masih banyak lagi brand yang diangkat. Market seperti ini membuktikan bahwa kopi luwak benar-benar memiliki daya tarik yang sangat besar bagi penikmat kopi dan beberapa penjual kopi untuk memberikan nilai plus, tapi kopi luwak asli adalah benar-benar kopi pilihan luwak.

    Namun, peminat kopi luwak saat ini mulai redup akibat banyaknya penjual kopi luwak melakukan tindakan penipuan melalui pencampuran bubuk kopi luwak dan parahnya lagi beberapa pengusaha besar memanfaatkan merk kopi sachetnya dengan KOPI LUWAK, tapi isinya adalah kopi biasa yang diolah dengan mesin khusus perendah caffein seperti yang sering tampil di iklan-iklan TV.

    Pemerintah harus tegas terhadap izin produksi yang menamakan merk kopinya KOPI LUWAK dan isinya kopi biasa, karena marketing yang dilakukan merupakan tindakan pembohongan terhadap konsumen. Jelas aja konsumen  yang awalnya belum mengenal  dan belum menikmati kopi luwak langsung percaya, didukung harga yang cukup murah (1 sachet Rp.1000 - Rp.2000) dipasaran. Jika pemerintah membiarkan kondisi seperti ini terus berlangsung, maka tidak menutup kemungkinan petani kopi luwak atau para penjual kopi luwak asli akan mengalami kerugian yang banyak. Disisi lain, kopi luwak yang sejarahnya dari Indonesia nantinya tidak terkenal lagi dengan KOPI TERMAHAL DI DUNIA, tapi sebaliknya dikenal KOPI TERMURAH DI DUNIA.

    sumber: kopiluwakjember.com

    Rabu, 20 Juni 2012

    Teknologi Produksi Kopi Luwak Probiotik



    Sumber Gambar: http://www.google.co.id
    Produksi kopi luwak secara konvensional dilakukan dengan membudidayakan luwak atau membiarkan luwak di kebun kopi dan diberi kesempatan untuk memakan buah kopi masak. Cara konvensional dalam memproduksi kopi luwak memerlukan biaya yang mahal dan produksinya terbatas.
    Melalui penggunaan mikroba probiotik yang diisolasi dari saluran pencernaan (intestinum dan caecum) luwak untuk memfermentasi biji kopi, dapat diperoleh produk kopi yang memiliki cita rasa dan aroma yang mendekati bahkan menyamai kopi luwak asli. Kelebihan produksi kopi luwak dengan cara ini, biayanya jauh lebih murah, melibatkan banyak tenaga kerja, jumlah produksi lebih mudah diprogramkan, bebas dari aroma tanah, dan lebih terjamin higienitasnya.
    Beberapa dampak positif dari penerapan teknologi yaitu dapat menciptakan lapangan kerja baru, dapat mendongkrak mutu kopi robusta yang selama ini kurang disukai luwak, sementara produk kopi robusta di Indonesia mencapai 85% dan menghilangkan keraguan bagi sebagian konsumen tentang hukum (halal atau haram) mengkonsumsi kopi luwak
    Industrilisasi dan penyebaran kopi luwak untuk sementara ini masih diproduksi oleh peneliti/penemunya dan uji coba pasar dilakukan pada acara - acara pameran serta beberapa cafe di Denpasar. Dari "round table meeting" di Bogor bulan mei lalu, ada beberapa perusahaan yang berminat untuk bekerjasama. Teknologi ini sudah terdaftar di Direktorat Jenderal HAKI.

    sumber: Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian,2011
    Suprio Guntoro Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali

    Teknologi Pengolahan Kopi Semi Basah



    Sumber Gambar: http://www.google.co.id
    Beberapa sentra produksi kopi di Lampung adalah Tangamus, Lampung Barat, Way Kanan, dan Lampung Utara. Pada umumnya jenis kopi yang ditanam adalah Robusta, termasuk di Kabupaten Lampung Utara, luas pertanamannya adalah 15.748 ha dengan produksi 12.174 ton. Produksi kopi di daerah ini masih kopi asalan dengan mutu 5 dan 6.
    Untuk memperbaiki kopi tersebut sesuai dengan grade yang lebih baik dari sebelumnya dilakukan pengolahan kopi secara basah sederhana, dikenal dengan pengolahan kopi semi basah. Persyaratan yang utama yaitu melaksanakan petik merah. Keuntungan dari pengolahan kopi ini adalah mutu kopi yang diperoleh bisa mencapai mutu 1 dan 2, sehingga memberikan nilai tambah dan menaikkan harga jual.
    Teknologi ini mudah dilakukan petani, menghasilkan biji kopi mutu baik (grade 1-2), dengan harga lebih tinggi, sehingga pendapatan petani meningkat 20-30%
    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Lampung telah merintis pengolahan kopi secara basah sejak tahun 2006. Sampai saat ini, telah banyak petani kopi di Lampung yang menerapkan teknologi ini.

    Sumber : Alvi Yani. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Lampung. 100 inovasi pertanian spesifik lokasi

    Persyarat Tumbuh agar Tanaman Kopi berproduksi Optimal



    Sumber Gambar: google.co.id
    Di Indonesia tanaman kopi umumnya dapat tumbuh baik pada ketinggian tempat 700 m di atas permukaan laut (dpl). Namun dengan introduksi klon-klon baru dari luar negeri, beberapa diantaranya dapat ditanam pada ketinggian 500 m dpl. Jenis kopi arabika tumbuh baik dengan citarasa bermutu pada ketinggian di atas 1000 m dpl. Penanaman kopi arabika pada dataran rendah, produktivitasnya rendah dan rentan penyakit karat daun (Hemileia vastatrix ). Selain itu, persyaratan iklim lain yang harus dipenuhi adalah jumlah curah hujan 1.500 - 2.500 mm/th, bulan kering 1‐3 bulan, dan suhu udara rata‐rata 17‐21 oC untuk kopi arabika. Sedangkan kopi Robusta, juga memerlukan kisaran curah hujan 1.500 - 2.500 mm/th, bulan kering 1‐3 bulan, dan suhu udara rata‐rata 21‐24 oC. Tanaman kopi menghendaki tanah dengan solum dalam, gembur, subur, kandungan bahan organik tinggi, dan berdrainase baik. Tanaman kopi menghendaki reaksi tanah yang agak asam (pH 5,5 ‐ 6,5). Pada tanah yang bereaksi lebih asam dapat dinetralisasir dengan pengapuran.

    Sumber : Agro Inovasi, Litbang